life is about purposes

12 02 2009

Hidup ini diciptakan untuk memiliki tujuan. setiap benda yang tercipta di dunia ini memiliki tujuannya masing masing. manusia pun demikian, sewaktu mereka kecil mereka bercita – cita ingin menjadi presiden atau menjadi insinyur atau juga seorang penjelajah yang bisa berkeliling dunia.

Waktu pun berlalu, seorang anak beranjak menjadi remaja,, tujuan hiduppun mulai berubah. Remaja yang kita kenal mulai berhadapan dengan realita kehidupan. Tujuan hidup menjadi sesuatu yang mewah. Sebagian mereka ada yang terpaksa menggantungkan harapan dan cita cita karena memang rintangan kehidupan yang begitu berat.

Sebagian yang lainnya memilih tak ingin mempunyai tujuan karena mereka kecewa dengan hidup dan kehidupan mereka sendiri, sisanya hanya menyerah pasrah dengan tekanan yang melanda, let the time goes by……

Sang remaja mulai beranjak dewasa dan menjadi tua. di sisa sisa kehidupan mereka ada yang diisi dengan kegembiraan dan kepuasan, namun ada pula yang diisi dengan kesedihan dan penyesalan. Penyesalan pun hanya menjadi air mata yang tetap tak bisa menghapus waktu yang telah berlalu.

Waktu telah menjadi teman bagi sang tua renta yang memiliki tujuan hidup dan memegangnya dengan erat, waktu juga bisa menjadi musuh bagi mereka yang terombang ambing dalam kehidupan, tak mempunyai pegangan tak mempunyai tujuan.

dimanakah aku?? sanggupkah aku bertahan dengan tekanan kehidupan ini, sanggupkah aku menerjang batasan batasan yang mengungkungku selama ini, ataukah aku akan terus berharap dan mencari pegangan dan bersahabat dengan waktu.

aku akan terus memegang tujuan hidupku, aku akan tetap berusaha menggapainya, inilah tekadku, inilah tujuanku

by Me,,,





bertemu teman lama lewat facebook

2 02 2009

awalnya sih saya sinis terhadap situs pertemanan semacam ini seperti friendster, myspace dan facebook ini. secara saya bukan seorang yang narsis atau cukup percaya diri untuk menampilkan diri ini. berbekal coba coba dan ingin perubahan di diri ini, terceburlah saya ke dunia facebook, ternyata cukup mudah untuk masuk ke dalamnya cukup mendaftarkan diri dengan berbekal email account yang saya miliki.

singkat cerita bergabunglah saya dengan facebook, awalnya hanya memiliki teman sekitaran kampus saja, lalu dengan memanfaatkan fasilitas pencarian teman yang dimiliki facebook akhirnya saya “menemukan” teman teman lama yang sempat kehilangan kontak dengan mereka dan saya pikir tidak akan bisa berhubungan lagi dengan mereka. berkat facebook tali silaturahmi yang sempat terputus bisa terhubung kembali.

bravo facebook, what a brillian idea, two thumbs up





malasnya!!??

2 02 2009

bangun di pagi hari dengan suasana hujan yang masih terus mengguyur sekitar rumahku. mata yang terpejam ini pun terasa malas untuk dibuka. tubuh yang sedang asyik berselimut terasa enggan untuk beranjak dari tempat tidurku yang terasa hangat.

suasana pagi ini sungguh terasa sangat dingin. ketika selimut kubuka rasa dingin itu langsung menusuk ke tulangku, sungguh membuatku malas untuk melakukan apa apa. padahal pagi ini awal minggu baru sudah dimulai, awal hari yang penuh dengan harapan dan pengalaman yang baru sudah menanti, tetapi tubuhku masih sulit untuk kompromi menghadapi dinginnya pagi.

kupaksakan tubuh ini untuk melawan dinginnya pagi, walaupun hanya sekedar duduk dan termenung masih diatas kasurku yang hangat. kuambil nafas panjang, kugerakkan kedua tanganku dan kuambil remote tv lalu kunyalakan.

hujan masih saja menari dengan eloknya di depan teras rumahku membuat diri ini makin terbuai dengan hangatnya selimut. dengan tenaga dan kemauan yang seadanya, kulangkahkan kaki ini untuk beranjak dari tempat tidurku untuk memulai hari ini. kuambil segelas susu di lemari es, lalu kuminum untuk menghilangkan dahaga ini. ah ternyata walaupun rasa susu itu cukup nikmat tetapi bila diminum pada cuaca yang dingin seperti ini tetap saja membuat perut ini terasa tak bersahabat.

kulihat jam dinding yang setia bergantung di sudut ruang, terkejut aku dibuatnya ternyata jam menunjukkan jam 10.30 wib, tak percaya begitu saja aku raih hape yang tergeletak tak jauh dari tempat tidurku,, oh ternyata baru jam 8.00 pagi, rupanya sang jam dinding sudah kehabisan energinya di pagi yang dingin ini.

sudah jam delapan pagi hujan pun masih saja mengguyur dengan cukup lebatnya. padahal pekerjaan sudah menunggu pada jam sembilan pagi, jarak dari rumahku ke tempat kerja cukup menyita waktu sekitar satu setengah jam. jam delapan pagi, kupaksakan membasuh diri ini walau hawa dingin masih saja berselimut. ah selesai sudah rutinitas pagi hariku ini. sambil menunggu hujan reda kusiapkan segelas kopi panas untuk menemani pagiku ini.

jam sembilan pagi, hujan pun sudah mulai reda, lalu kusiapkan kendaraanku dan segala keperluanku, kulalui pagiku ini dengan perjuangan menempuh perjalanan di tengah rintik hujan yang masih saja turun menyejukkan bumi ini.





we will not go down

22 01 2009

lagu yang ditulis oleh michael heart ini pertama kali saya dengar ketika sedang asyik mendengarkan radio sambil mengendarai sepeda motor kesayangan. tanpa dirasa air mata ini jatuh membasahi pipi ini. saya langsung menepikan kendaraan agar dapat mendengarkan syair syair lagu ini  yang menyentuh hati. setelah sampai di rumah langsung saya mencari lagu tersebut di om google lalu saya menemukan bahwa lagu ini bebas untuk didownload, yang tertarik bisa ke situs penulisnya di http://michaelheart.com/Song_for_Gaza.html. berikut syair lagu tersebut.

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight





renungan

15 01 2009

“dulu sewaktu saya tidak punya sepatu saya sering mengeluh
lalu saya melihat ada yang tidak memiliki kaki”








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.